Sabtu, 26 Februari 2011

Makalah Membuat Resensi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam menilai kekurangan atau kelebihan sebuah hasil karya sastra atau buku, perlu adanya resensi. Yang mana resensi adalah satu ulasan atau uraian yang berisi penilaian terhadap hasil karya atau buku yang bersifat informatif. Dengan tujuan adanya resensi, pembaca dapat merangsang dan mempertimbangkan apakah hasil karya tersebut mendapat sambutan atau tidak mengenai hasil karya tersebut. Selain itu, resensi buku juga dapat membantu penerbit atau pengarang untuk memperkenalkan buku tersebut dan juga pembaca tidak asal membaca saja tapi juga memiliki buku tersebut.
Dalam membuat makalah ini, penulis ingin mempelajari tentang bagaimana menulis resensi dengan baik, dengan dasar-dasar dan langkah-langkah dalam meresensi juga pokok-pokok yang menjadi sasaran dalam meresensi buku serta penggunaan bahasa ketika hendak meresensi sebuah buku. Hal yang menarik dalam meresensi sebuah buku kita harus bisa menempatkan diri seolah-olah kolom resensi dan juga pembaca.
Keistimewaan lain dari meresensi adalah dapat menambah wawasan. Informasi yang terdapat di dalam buku sangat bermanfaat dalam menambah wawasan dalam berfikir dan menambah sikap kritis kita ketika harus menanggapi suatu keadaan. Dalam hal ini, kita juga dapat menilai layak atau tidak layaknya sebuah buku diterbitkan.

B. Rumusan Makalah
Dalam tata cara membuat resensi terdapat masalah-masalah yang harus diperhatikan, di antaranya:
1. Apa pengertian resensi itu?
2. Apa manfaat dan tujuannya?
3. Apa saja dasar-dasarnya?
4. Bagaimana menggunakan bahasanya?
5. Ada berapa langkah untuk meresensi?
6. Apa saja pokok-poko yang menjadi sasarannya?
7. Apa saja hal-hal penting dalam meresesnsi?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari masalah-masalah di atas adalah:
1. Mengerti akan arti resensi.
2. Mengerti manfaat dan tujuannya.
3. mengetahiu dasar-dasarnya dalam meresensi
4. Bisa mengetahui bahasa yang digunakan.
5. Mengerti ada berapa langkah untuk meresensi.
6. Mengetahui pokok-poko yang menjadi sasarannya.
7. Mengetahui hal-hal penting dalam meresesnsi. 
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Resensi
Resensi berasal dari bahasa Latin, yakni revidere (re: kembali dan videre: melihat) atau recensere artinya melihat kembali, menimbang atau menilai. Dalam bahasa Belanda dikenal kata receinse, sedangkan dalam Bahasa Inggris di kenal dengan istilah review. Semua istilah tersebut mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas sebuah buku.
Dalam resensi terdapat 3 hal yang dapat diresensi, yaitu: buku fiksi dan non fiksi, pementasan seni (baik film, sinetron, tari, drama, musik maupun kaset atau CD), pameran seni (baik seni lukis maupun seni patung).

B. Manfaat dan Tujuan Resensi
1. Mannfaat
Adapun manfaat bagi pembaca resensi adalah:
a. Mendapat bimbingan dalam memilih buku,
b. Berminat untuk membaca atau mencocokkan seperti apa yang ditulis dalam resensi,
c. Yang tidak memiliki waktu untuk membaca, dapat menggukan resensi sebagai sumber informasi.
2. Tujuan
Adapun tujuan bagi tersedianya kolom resensi dalam media masa adalah:
a. Memberikan informasi atau pemahaman yang mendasar tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku.
b. Mengajak pembaca untuk pemikiran, merenungkan dan mendiskusikan lebih jauh keanehan dan keunggulan sebuah buku.
c. Memberikan pertimbangan kepada pembaca mengenai sebuah buku, apakah pantas mendapat sambutan dari masyarakat pembaca atau tidak.
d. Menjawab pertanyaan yang muncul jika seseorang melihat buku yang baru terbit.

C. Dasar-Dasar Bagi Peresensi Buku
1. Memahami sepenuhnya tujuan pengerang buku. Paling tidakdapat diketahui dari kata pengantar, pendahuluan buku dan tujuan diwujudkan dalam seluruh bagian buku.
2. Menyadari sepenuhnya tujuan meresensi sebab akan menentukan corak resensi yang akan dibuat.
3. Memahami latar belakang pembaca yang menjadi sasarannya dengan memperhatikan selera, tingkat pendidikan dan status sosialnya. Berdasarkan hal ini, walaupun bukunya sama, akan berbeda dengan media masa lainnya.
4. Memahami karakter media masa. Misalnya, jika kita akan mengirim resensi buku tentang tanaman, harus mengirimkan resensi kepada Koran atau majalah yang khusus membahas pertanian.

D. Penggunaan Bahasa Resensi
Bagaimana bahasa yang digunakan ketika kita hendak meresensi sebuah buku? Dalma hal ini, kita harus menggunakan bahasa resensi, umumnya singkat, padat dan tegas. Pemilihan karakter bahasa disesuaikan dengan karakter Koran atau majalah yang akan memuat resensi dan karakter pembaca yang menjadi sasarannya. Pemilihan karakter bahasa sangat erat hubungannya dengan penyajian tulisan. Misalnya, tulisan harus tertib, baik kalimat maupun ejaan, tidak bertele-tele, dan menjaga kebersihan naskah.
Mengapa naskah harus bersih dari coretan? Pengelola kolom resensi akan malas jika melihat kertas yang berisi teks resensi penuh dengan coretan di sana-sini. Selain itu, penyajian resensi harus padat, singkat, mudah ditangkap gagasannya, menarik dan tentu enak dibaca. Itulah ciri-ciri naskah resensi yang baik.
Resensi lebih menguntungkan dibandingkan dengan tulisan lain, seperti artikel, berita atau karangan khas (feature). Maksud dari menguntungkan, walaupun resensi buku kita ditolak pihak perusahaan Koran atau majalah, resensi kita masih berpeluang diterima oleh media masa lainnya.
Ada tiga bentuk tulisan mengenai resensi:
1. Meringkas, berarti menyajikan semua informasi buku secara padat dan jelas. Berbagai permasalahan sebaiknya diringkas. Perlu adanya pemilihan yang dianggap penting yang akan ditulis.
2. Menjabarkan, berarti mendiskripsikan hal-hal mencolok dari hasil ringkasan yang sudah dilakukan. Kita bisa mengutip berbagai uraian yang akan mendukung resensi kita.
3. Mengulas, berarti menyajikan ulasan berupa isi pernyataan, susunan, penggunaan bahasa, kesalahan cetak, membandingkan dengan buku lainnya, dan menilai.
E. Enam Langkah Meresensi Buku
1. Pengenalan terhadap buku yang diresensi
2. Membaca buku yang akan diresensi berulang kali
3. Memberikan tanda pada bagian buku-buku yang patut mendapat perhatian
4. Memuat sinipsis intisari buku yang akan diresensi
5. Menentukan sikap atau menilai buku
6. Menyinting dan membaca ulang resensi dengan menggunakan darar-dasar meresensi buku.
F. Pokok-Pokok Yang Menjadi Sasaran Dalam Meresensi Buku
1. Identitas Buku
Meliputi judul, nama pengarang, anam penerbit, tempat dan tahun terbit, cetakan, serat tebal buku.
2. Langkah Membuka Resensi
Langkah paling dasar, bisa mengutip paragraph dalam buku. Kutipan ini sebagai landasan berfikir.
3. Macam atau Jenis Buku
Penulis resensi menunjukkan jenis buku yang diulas kepada pembaca, dengan kata lain, mengklasifikasikan buku dalam kelas atau kelompok buku tertentu,misalnya fiksi atau nonfiksi.
4. Keunggulan Buku
Penulis resensi mengemukakan segi-segi menarik dari buku tersebut. Buku fiksi dan non fiksi menyebabkan perbedaan nilai dan keunggulan yang dimiliki.
Penulis dapat mempersoalkan hal-hal berikut:
a. Organisasi buku, meliputi kerangka buku, dan hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lain.
b. Isi buku, ada pengarang yang cermat memberikan rincian, tetapi ada juga yang memaparkan simpulan-simpulan umum. Sebuah buku akan berbobot jika organisasi dan tema terangkai padu, baik dan benar.
c. Bahasa, penggunaan bahasa yang baik dapat dinilai dari segi struktur kalimat, hubungan antar kalimat, dan diksi atau pilihan kata. Perlu adanya perbedaan antara penggunaan bahasa untuk buku ilmiah atau buku fiksi sastra. Bahasa dalam buku ilmiah bersifat denotative, satu penafsiran. Sedangkan bahasa fiksi sastra bersifat konotatif untuk mengembangkan daya imajinasi.
5. Kelemahan Buku
Resensi juga menampilkan kelemahan buku yang meliputi cacat fisik (seperti kelengkapan halaman, konsistensi penulis antar bab atau bagian, kualitas penjilidan), dan pembahasan yang tidak sistematis. Kelemahan sistematis akan tampak jelas jika meresensi buku kumpulan cerpen atau artikel.
6. Nilai Buku
Apabila penulisan resensi telah memberikan gambaran mengenai latar belakang buku dan mengemukakan pokok-pokok yang menjadi sasaran ulasan, penulis resensi sebenarnya telah menilai buku itu. Nilai sebuah buku akan lebih jelas jika dibandingkan dengan karya-karya lain, baik yang ditulis oleh pengarang itu sendiri maupun pengarang lain.

G. Hal-Hal Penting Dalam Sebuah Resensi
1. Memilih Judul Resensi
Judul resensi dibuat semenarik mungkin dan betul-betul mencerminkan inti tulisan, tidak harus ditetapkan terlebih dahulu. Dalam hal ini, boleh membuat judul sesudah resensi itu disusun. Namu ingat, judul resensi harus sesuai keseluruhan isi buku.
2. Mencantumkan identitas buku
Biasanya identitas buku ini meliputi:
a. Judul buku
b. Pengarang
c. Penerbit
d. Tahun terbit dan edisinya
e. Jumlah halaman
f. Harga buku (kalau diperlukan)
3. Membuat pembukaan
4. Isi pernyataan resensi buku
5. Menutup sebuah resensi buku 
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dalam meresensi sebuah karya tulisn pasti menilai kekurangannya atau kelebihannya, dengan tujuan pembaca dapat merangsang hasil karya tersebut. Untuk meresensi sebuah karya tulis perlu adanya langkah-langkah dan dasar untuk meresensi sebuah buku, yang mana semua itu saling memahami sepenuhnya tentang isi buku yang akan diresensi. Dalam meresensi juga terdapat penggunaan bahasa yang singkat, padat dan jelas. Terdapat juga pokok-pokok yang menjadi sasaran dalam meresensi buku yang mana salah satu dari sasaran itu adalah mengulamng tentang keunggulan dan kelemahan buku. Membuat judul semenarik mungkin dan betul-betul mencerminkan isi buku termasuk hal-hal penting dalam sebuah resensi termasuk juga mencantumkan identitas sebuah buku yang menutup biasanya denganmemberikan saran atau sasaran sebuah buku yang diresensi.

B. Saran
Sudah dijelaskan di atas, untuk meresensi dengan baik dan benar, gunakanlah langkah-langkah dan dasar-dasar serta pokok-pokok dan juga penggunaan bahasa dengan baik dan benar.


DAFTAR PUSTAKA

Ambarwati, Sri. 2006. Kreasi (Bahasa Indonesia kelas XI B). Klaten: Viva Pakarindo
Ambarwati, Sri. 2006. Kreasi (Bahasa Indonesia kelas XII A). Klaten: Viva Pakarindo
Hasan, Fuad. 2009. Tata Cara Membuat Resensi. Jogjakarta: Absolut

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar